Latest Post

Follow Me

Praktikum Konseling Individual ( RELAKSASI OTOT )


CONTOH PELAKSANAAN RELAKSASI OTOT

Deskripsi Masalah:

Neny adalah siswi kelas XII IPS2, dia memiliki masalah selalu merasa cemas dan tegang ketika ingin menghadapi ujian nasional, sementara ujian nasional hampir tiba,  oleh karena itu ia berinisiatif pergi ke konselor untuk mendapat penyelesaian dari masalahnya tersebut. Berikut proses wawancaranya:

Konselor/konseli
Isi Percakapan
Keterampilan dasar
TAHAP WAWANCARA AWAL
Konseli
“Tok..tok..tok..!!!! Assalamualaikum bu…”

Konselor
Waalaikum salam…. Mari,,, silahkan masuk (berdiri di ke pintu sambil tersenyum dan menjabat tangan)
Attending
Konseli
Terima kasih bu… (masuk ke ruangan)

Konselor
Silahkan duduk..

Konseli
Iya bu..( Duduk di kursi)

Konselor
Kalau tidak salah kamu Neny kan… ??? siswa kelas XII IPS2..
Oh.. ya perkenalkan nama ibu adalah Ibu Anugrah, guru BK di sekolah ini…

Konseli
Iya, bu saya Neny, siswa kelas XII IPS2

Konselor
Eh.. buku apa yang kamu bawa itu Neny ??? Kelihatannya menarik…
Membangun rapport (hubungan baik)
Konseli
oo.. iya ini novel bu,,, saya pinjam dari teman. Kebetulan saya sangat suka baca novel…

Konselor
Oh.. ya !!! bagaimana dengan isinya ???

Konseli
Iya bu… tadi saya sempat membacanya sedikit dan isinya sangat bagus bu…

Konselor
Bagus lah.. oh iya,, bagaimana perasaan mu berada di ruangan ini ???
Menanyakan keadaan ruangan
Konseli
Menyenangkan bu,, saya suka dengan penataan ruangannya,, apa lagi jauh dari kebisingan

Konselor
Baguslah.. ngomong-ngomong, kedatangan kamu kesini, apakah atas keinginan sendiri atau ada pihak lain yang menyuruhmu ???
Menanyakan sifat kedatangan konseli
Konseli
Saya datang ke sini atas keinginan sendiri bu..
Namun, sebelumnya saya sempat dengar dari teman-teman saya bahwa jika ada siswa yang bermasalah dan ingin menyelesaikan masalahnya maka ke ruangan BK saja untuk mendapat bantuan dari guru BK di sini.

Konselor
Oh, seperti itu. Apakah sebelumnya kamu sudah pernah ke ruangan ini untuk melakukan proses konseling ???
Menanyakan kepada konseli apakah sudah pernah di konseling
Konseli
Belum pernah bu.. ini yang pertama kalinya

Konselor
Apakah kamu tahu apa itu Konseling ??

Konseli
Kalau menurut saya Konseling itu proses pemberian bantuan untuk memecahkan masalah-masalah siswa bu..

Konselor
Iya, bagus sekali.. jadi konseling merupakan suatu layanan yang membantu siswa yang sedang menghadapi masalah atau sulit dalam mengambil keputusan, agar nantinya mampu untuk memecahkan masalahnya dan mampu mengambil keputusan yang tepat untuk dirinya.
Memberi informasi tentang konseling
Konseli
Iya, bu…

Konselor
Menurut kamu apa peranan konselor dan konseli dalam proses konseling ???

Konseli
Tidak tahu bu..

Konselor
Disini, ibu sebagai konselor berperan sebagai fasilitator dalam proses pemberian layanan BK yang berhubungan dengan masalah konseli untuk menemukan jalan keluar dari permasalahan yang kamu hadapi, sedangkan kamu sendiri sebagai konseli berperan aktif untuk mengemukakan masalah dan latar belakang masalah serta mangkaji berbagai kemungkinan jalan keluar dari permasalahan mu itu..
Memberi informasi tentang peranan konselor dan konseli dalam proses konseling
Konseli
Iya bu.. Saya akan berusaha aktif dalam konseling ini. Tapi saya tidak ingin kalau masalah saya ini diketahui oleh orang lain bu,,,

Konselor
Iya, perlu kamu ketahui bahwa konselor sebagai organisasi profesi diatur oleh kode etik. Dimana salah satu bunyi dari kode etik tersebut adalah memberi kebebasan dan menjamin kerahasiaan klien. Jadi kamu tidak perlu khawatir sebab kami selaku konselor pasti akan merahasiakan masalah konseli dari orang lain.
Memberi informasi tentang kode etik konseling
Konseli
Oo.. saya sudah merasa sedikit lega

Konselor
Nah sebagai wujud kebebasan kamu, di sekolah ini ada tiga konselor, kamu bebas memilih siapa saja. Yang pertama, pak Wiwink sarjana BK lulusan dari UNM  yang telah berpengalaman selama 4 tahun. Yang  kedua Ibu Feby sarjana BK lulusan dari UNM yang telah berpengalaman selama 5 tahun dan yang ketiga adalah saya sendiri juga lulusan dari UNM, saya sudah berpengalaman selama 2 tahun. Silahkan kamu memilih diantara ketiga konselor tersebut untuk melakukan konseling
Memberi informasi tentang konselor yang dapat dipilih
Konseli
Saya ingin melakukan konseling dengan ibu saja,, karena merasa nyaman dan nyambung dengan ibu...

Konselor
Terima kasih telah memilih Ibu sebagai tempat untuk berkonsultasi.Baiklah, sekarang coba ceritakan apa masalahmu?
Menanyakan masalah konseli
Konseli
Masalah saya bu yaitu saya merasa cemas dan tegang karena pengalaman saya dimasa lalu.

Konselor
Sekarang  apa yang kamu harapkan dari proses konseling ini ??
Kontrak tujuan
Konseli
Saya ingin agar masalah saya cepat selesai dan menemukan jalan keluar dari permasalahan saya ini bu..

Konselor
Ibu merasa sangat senang karena kamu memiliki semangat yang tinggi untuk menyelesaikan masalah mu.. Baiklah kalau begitu, kita sepakati waktunya terlebih dahulu. Konseling ini akan memerlukan waktu sekitar 3 kali pertemuan yang tiap pertemuannya memerlukan waktu sekitar 45 menit. Tetapi jika kamu aktif mengungkapkan latar belakang dari masalahmu dan aktif memikirkan jalan keluar dari masalah tersebut mungkin masalah kamu akan segera teratasi dan tidak terlalu banyak memerlukan waktu, tetapi kalau kamu pasif dan tertutup mungkin akan memerlukan waktu yang lebih banyak lagi. Bagaimana pendapat mu tentang waktu yang telah ditetapkan, apakah kamu setuju ???
Kontrak waktu
Konseli
Iya, saya setuju bu.. saya berharap agar masalah saya ini cepat terselesaikan..

TAHAP EKSPLORASI MASALAH
Konselor
Baiklah, setelah kita menyepakati waktu yang digunakan.Coba kamu ceritakan kepada ibu apa yang menyusahkan dan mengganggu pikiranmu selama ini ??
Mengajak terbuka
Konseli
Begini, bu.. sebentar lagi kan saya ujian nasional, tetapi saya selalu merasa cemas dan tegang bu.

Konselor
Boleh ibu tahu apa yang menyebabkan sehingga kamu selalu merasa cemas dan tegang ???
Menanyakan sebab masalah
Konseli
Begini bu.. (tunduk dan terdiam)

Konselor
Iya.. teruskan Neny !!!
Dorongan minimal
Konseli
Begini bu,, saya selalu merasa cemas dan tegang ketika ingin menghadapi ujian karena saya takut tidak lulus bu…

Konselor
Kenapa kamu memiliki pemikiran seperti itu ???
Mengikuti pokok pembicaraan
Konseli
Begini bu.. saya merasa trauma dengan pengalaman saya…

Konselor
Memangnya apa pengalamanmu yang membuat kamu merasa trauma ???
Meminta penjelasan lebih lanjut
Konseli
Saya pernah tidak lulus ujian nasional sewaktu saya di SMP

Konselor
Oh.. jadi kamu merasa trauma karena pengalaman kamu itu ??

Konseli
Iya bu, tapi saya berharap agar saya dapat lulus ujian nasional kali ini bu…

Konselor
Apakah kamu sudah melakukan suatu usaha agar kamu dapat lulus ujian nasional kali ini ???

Konseli
Iya bu, saya sudah belajar dengan semaksimal mungkin, tapi saya masih tetap pesimis bu…

Konselor
Tadi kamu mengatakan sudah belajar semaksimal mungkin tetapi kenapa kamu masih tetap pesimis ???
Konfrontasi
Konseli
Iya juga, sih bu.. tapi perasaan cemas dan tegang selalu ada dalam diri saya bu…

Konselor
Kamu mengatakan bahwa kamu selalu merasa cemas dan tegang keNeny ingin menghadapi ujian nasional karena kamu merasa trauma dengan pengalaman kamu dan akhirnya kamu merasa pesimis…
Merespon isi secara kronologis
Konseli
Iya bu,, saya selalu merasa cemas dan tegang

Konselor
Kamu mengatakan bahwa kamu selalu merasa cemas dan tegang (paling penting), dan perasaan itu berpengaruh terhadap konsentrasi kamu dalam menghadapi ujian (agak penting) dan juga berpengaruh terhadap perilaku kamu (kurang penting)
Merespon isi berdasarkan pentingnya.
Konseli
Benar bu… saya jadi bingung. Sementara ujian hampir dilaksanakan

Konselor
Kamu mengatakan bahwa kamu pernah tidak lulus sewaktu di SMP, sehingga menyebabkan kamu trauma dengan keadaan tersebut dan akibatnya kamu selalu merasa cemas dan tegang keNeny ingin menghadapi ujian.
Merespon isi berdasarkan sebab-akibat
Konseli
Iya, bu saya sangat kecewa pada diri saya sendiri..

Konselor
Kamu merasa marah pada diri kamu sendiri ???
Respon perasaan marah
Konseli
Iya bu, saya merasa putus asa..

Konselor
Kamu merasa sedih karena kejadian ini
Respon perasaan sedih
Konseli
Benar bu, gara-gara saya pernah tidak lulus ujian sewaktu di SMP saya jadi trauma, dan akhirnya sekarang saya takut kalau kejadian itu terulang lagi…

Konselor
Terkadang kita memang merasa sedih, jika kita pernah gagal di masa lalu, tetapi jangan sampai rasa sedih itu berlarut-larut menguasai kamu sehingga membuat kamu selalu merasa cemas, tetapi jadikanlah masa lalu itu sebagai pengalaman, kita harus belajar dari pengalaman dan jangan sampai kita jatuh pada lubang yang sama.
Memberi nasihat
Konseli
Iya bu, tapi perasaan cemas dan tegang selalu membayangi saya keNeny ingin ujian…

Konselor
Kamu merasa sedih karena pernah gagal di masa lalu..
Respon yang dapat dipertukarkan
Konseli
Saya benar-benar kecewa pada diri saya sendiri, pertama saya trauma dengan masa lalu saya, sehingga saya merasa cemas dan tegang jika ingin menghadapi ujian

Konselor
Kamu merasa kesal karena kamu pernah gagal di masa lalu sehingga membuat kamu trauma dan sekarang kamu selalu cemas dan tegang karena kamu takut tidak lulus ujian tahun ini.
Respon perasaan dan isi yang banyak
Konseli
Benar sekali bu.. saya takut tidak lulus ujian

Konselor
Kamu merasa ragu-ragu akan kemampuan diri kamu sendiri karena kamu mengira kamu tidak lulus ujian tahun ini
Respon terhadap perasaan dan isi yang sulit
Konseli
Benar bu…

Konselor
Perasaan ragu-ragu adalah hal yang wajar, tetapi jangan sampai perasaan itu dapat menghambat kita untuk terus maju. Kamu memang pernah gagal di masa lalu, tapi ingat bahwa kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. Jadi janganlah selalu merasa ragu-ragu dengan kemampuan yang kamu miliki
Memberi informasi
Konseli
Tapi apakah saya bisa bu.. ???

Konselor
Tidak ada hal yang tidak bisa, selagi kita ada kemamuan untuk melakukannya,  semuanya hanya butuh waktu…
Memberi penguatan
Konseli
(mengangguk-angguk)

Konselor
Nah, usaha-usaha apa yang telah kamu lakukan untuk menyelesaikan masalah mu itu ???
Pertanyaan terbuka
Konseli
Saya sudah belajar semaksimal mungkin bu.. saya berharap agar saya bisa lulus ujian tahun ini..

Konselor
Bagus, apakah kamu merasa senang jika kamu dapat lulus ujian kali ini ???
Merespon perasaan senang
Konseli
Tentu bu.. saya sangat senang apa lagi kalau nilai-nilai ujian saya bagus…

Konselor
Bagus sekarang coba simpulkan apa masalah yang sedang kamu alami sekarang?
Meminta Menyimpulkan
Konseli
Saya selalu merasa cemas dan tegang bu karena saya pernah gagal di masa lalu, dan akhirnya saya merasa takut jika hal itu terulang kembali, sehingga dapat mengganggu konsentrasi saya dalam menghadapi ujian.

Konselor
Kamu merasa cemas dan tegang terhadap masalah yang kamu alami saat ini.
Refleksi
Konseli
Iya bu…

TAHAP MEMPERSONALISASI
Konselor
Kamu merasa sedih karena berbagai hal telah mengganggu konsentrasi kamu dalam menghadapi ujian ??
Mempersonalisasi arti (personalisasi tema umum)
Konseli
Iya bu... saya trauma dengan masa lalu saya. Awalnya saya merasa cemas dan tegang, tetapi kemudian hal itu berpengaruh terhadap konsentrasi saya dalam menghadapi ujian

Konselor
Kamu merasa kesal karena kamu pernah gagal di masa lalu, sehingga kamu cemas dan tegang untuk menghadapi ujian yang hampir dilaksanakan tahun ini
Internalisasi pengalaman
Konseli
Saya jengkel pada diri saya sendiri,

Konselor
Kamu merasa frustasi karena kamu tidak tahu lagi apa yang harus kamu lakukan ???
Personalisasi implikasi
Konseli
Benar bu..

Konselor
Kamu merasa stress karena inisiatif telah hilang ??
Mengonseptualisasikan kekurangan-kekurangan
Konseli
Iya bu.. saya merasa sangat frustasi

Konselor
Kamu merasa jengkel karena kamu tidak bisa mengambil inisiatif ??
Menginternalisasikan kekurangan
Konseli
Iya, bu.. Saya tidak yakin pada diri saya sendiri untuk dapat lulus ujian nanti karena saya selalu cemas dan tegang !!!

Konselor
Kamu merasa putus asa karena kamu tidak bisa mengambil inisiatif sebagaimana ditunjukkan oleh ketidakmampuanmu untuk menghilangkan perasaan cemas dan tegang yang ada pada diri kamu sendiri ??
Mengongkretkan kekurangan
Konseli
Sebenarnya saya sangat berharap agar saya dapat lulus ujian nanti, tetapi saya belum melakukan usaha yang maksimal untuk dapat menghilangkan perasaan cemas dan tegang yang ada pada diri saya ???

Konselor
Tadi kamu mengatakan bahwa kamu berharap agar kamu dapat lulus ujian nantinya, tetapi kok kamu belum melakukan suatu usaha menghilangkan kecemasan yang ada pada diri kamu ???
Mengonfrontasikan kekurangan
Konseli
Iya juga sih bu.. tapi saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan ???

Konselor
Kamu merasa menyesal karena kamu tidak dapat berinisiatif dan kamu ingin berinisiatif ???
Mengonseptualisasikan aset
Konseli
Benar bu.. saya benar-benar ingin melakukan sesuatu agar dapat menghilangkan perasaan cemas dan tegang yang ada pada diri saya.

Konselor
Kamu merasa menyesal karena tidak dapat berinisiatif dan kamu benar-benar ingin belajar berinisiatif ???
Menginternalisasikan aset
Konseli
Iya bu.. jika saya tahu cara membuat inisiatif maka tentunya saya harus bisa membuat rencana kegiatan dan melaksanakan rencana itu..

Konselor
Kamu merasa menyesal karena kamu tidak bisa berinisiatif dan kamu benar-benar ingin belajar membuat inisiatif sebagaimana ditunjukkan oleh kemampuan kamu membuat rencana dan melaksanakannya
Mengongkretkan aset
Konseli
Tetapi, apakah saya bisa lulus ujian dengan nilai yang bagus ???

Konselor
Kamu berkata bahwa kamu tidak yakin untuk lulus ujian dengan nilai yang bagus, walaupun kamu telah mengetahui kekuatan-kekuatan kamu untuk mencapainya..
Mengonfrontasikan aset
Konseli
Maksud saya adalah saya belum tahu bagaimana caranya agar saya bisa menghilangkan kecemasan yang ada pada diri saya, agar saya bisa lulus ujian nanti..

Konselor
Kamu merasa kecewa, karena keterlambatan kamu mengambil inisiatif ??
Mempersonalisasi perasaan tentang arti
Konseli
Yah, saya marah pada diri saya sendiri mengapa saya tidak mampu dalam mengambil inisiatif ??

Konselor
Kamu merasa kecewa dalam diri kamu sendiri karena kekurangan kamu berinisiatif..
Mempersonalisasi perasaan tentang kekurangan
Konseli
Iya bu.. tetapi mestinya saya tidak tinggal diam atas masalah saya ini, saya harus cepat bertindak, tetapi bagaiman caranya ??

Konselor
Kamu merasa tak sabar lagi karena kamu ingin belajar membuat inisatif.
Mempersonalisasi perasaan tentang tujuan
Konseli
Betul bu..

TAHAP MENGEMBANGKAN INISIATIF
Konselor
Baiklah, kalau begitu terlebih dahulu kamu hendaknya dapat menetapkan dengan jelas tujuan yang ingin kamu capai. Dalam merumuskan tujuan ini kamu harus mempertimbangkan siapa saja yang terlibat didalam permasalahan mu ini ??
Menetapkan tujuan (menetapkan komponen-komponen)
Konseli
Yang terlibat hanya diri saya sendiri bu..

Konselor
Benar sekali, lalu apa yang kamu lakukan dalam mengatasi masalah kamu ini ??
Menetapkan fungsi
Konseli
Saya harus dapat menghilangkan perasaan cemas dan tegang yang ada pada diri saya bu..

Konselor
Ya, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana caramu untuk menghilangkan perasaan cemas dan tegang yang ada pada diri kamu..
Menetapkan proses
Konseli
Itulah masalahnya bu,, sulit sekali rasanya memikirkannya..

Konselor
Baiklah kalau begitu, kamu juga harus menetapkan dalam kondisi yang bagaimana kamu menyelesaikan masalah mu ini ??
Menetapkan kondisi
Konseli
Saya ingin belajar untuk menghilangkan kecemasan dan ketegangan saya selama waktu istrahat di sekolah dan juga berlatih di rumah pada sore hari

Konselor
Bagus, kamu juga harus menetapkan standarnya, yaitu banyaknya latihan yang kamu lakukan, misalnya 2 atau 3 kali
Menetapkan standar
Konseli
Saya akan melakukan latihan sebanyak dua kali sehari bu..

Konselor
Nah sekarang coba kamu rumuskan apa tujuan yang ingin kamu capai setelah konseling ini ??
Mengkomunikasikan tujuan operasional
Konseli
Baiklah, saya merasa cemas dan tegang ketika ingin mengahadpi ujian nasional karena saya takut tidak lulus dalam ujian tersebut, karena itu saya ingin menghilangkan kecemasan saya sebagaimana ditunjukkan oleh tidak adanya perasaan cemas dan tegang pada diri saya dan akan saya lakukan latihan sebanyak 2 kali dala sehari.

Konselor
Bagus sekali, kamu telah merumuskan tujuan untuk mengatasi masalahmu dengan baik.

Konseli
Iya bu..

Konselor
Kalau boleh tahu apakah kamu belum pernah mencoba untuk menghilangkan kecemasan yang ada pada diri kamu ??
Membantu konseli mengidentifikasi kemungkinan-kemungkinan program
Konseli
Sudah bu, tetapi perasaan cemas dan tegang tetap selalu ada dalam diri saya yang selalu membayangi saya. Saya sudah tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Dapatkah ibu menunjukkan cara lain untuk mengatasi masalah saya ini ??

Konselor
Tentu saja,,, setelah saya mendengar cerita dari masalah kamu, ibu dapat memberikan alternative yang mungkin dapat kamu lakukan, yaitu kamu dapat menggunakan teknik modeling partisipan dan teknik relaksasi. Dimana teknik modeling partisipan merupakan teknik yang digunakan untuk mengurangi tingkah laku menghindar dari perasaan-perasaan terhadap situasi dan keadaan yang menakutkan, sedangkan relaksasi merupakan usaha mengajari seseorang untuk relaks, dengan menjadikan orang itu sadar tentang perasaan tegang dan perasaan-perasaan relaks kelompok-kelompok otot utama seperti tangan, muka, leher, dada, bahu, punggung, dan perut serta kaki. Tujuan jangka panjang dari relaksasi otot adalah agar tubuh dapat memonitor sesegera mungkin semua signal kontrolnya dan secara otomatis membebaskan tegangan yang tidak diinginkan. Nah, bagaimana pendapat mu ??
Membantu konseli memilih program
Konseli
Keduanya kelihatan bagus tetapi saya masih bingung pilih yang mana ??

Konselor
Baiklah agar kamu dapat memilih teknik yang cocok hendaknya kamu menguji setiap alternative tadi kebaikan dan kerugiannya. Nah, bagaimana jika kamu menguji alternative pilihan itu dari segi keuntungan dan kerugiannya yang dilihat dari 3 hal yaitu menguntungkan atau merugikan bagi dirimu sendiri, bagi guru dan bagi sekolah. Kamu dapat menggunakan lembaran “uji keseimbangan” alternative ini. (menyodorkan lembar uji keseimbangan keputusan). Silahkan diisi..
Pengujian alternative program
Konseli
Baik bu… saya akan mengisinya.

Konselor
Baiklah, karena kamu telah mengisinya, coba kamu sebutkan keuntungan dan kerugian dari teknik modeling partisipan?
Menanyakan keuntungan dan kerugian model partisipa
Konseli
Keuntungan model partisipan yaitu kita bisa langsung melihat model dalam memperagakan sehinggacepat dipahami sedangkan kekurangannya adalah saya tidak mau ada orang lain yang tahu masalah saya.
N
Konselor
Bagus sekali. Sekarang sebutkan keuntungan dan kekurangan dari teknik relaksasi?
Menanyakan keuntungan & kekurangan teknik relaksasi
Konseli
Menurut Saya keuntungan teknik relaksasi adalah agar kecemasan dan ketegangan yang ada pada diri saya dapat dihilangkan, dan dengan teknik relaksasi otot saya dapat merilekskan kembali otot saya sehingga, saya dapat berfikir rasional Saya rasa kerugiannya boleh dikatakan tidak ada bu, karena yang lebih penting adalah bagaimana agar saya dapat rileks pada saat menghadapi ujian nanti.

Konselor
Setelah kamu membandingkan kedua modeling itu,kamu memilih program yang mana ?
Meminta Konseli Memilih Teknik modeling
Konseli
Saya pilih teknik relaksasi bu…

Konselor
Bagus sekali, kamu telah menetapkan program untuk mengatasi masalah mu itu, selanjutnya yang perlu kita lakukan adalah mengatur langkah-langkah program tersebut yaitu langkah mana yang akan kamu lakukan terlebih dahulu kemudian langkah pengantara dan sub langkah baik sub langkah dari langkah awal maupun sub langkah dari langkah pengantara itu. Langkah mana yang menurut kamu lebih penting dari semua program itu..?
Mengembangkan langkah awal program
Konseli
Saya pikir yang menjadi langkah awal saya yakni mempelajari teknik relaksasi

Konselor
Itu adalah langkah awal yang baik, dan mana langkah pengantara kamu yang menjadi jembatan untuk mencapai tujuan?
Mengembangkan langkah pengantara program
Konseli
Langkah pengantara saya adalah saya akan berlatih dalam menggunakan teknik relaksasi itu

Konselor
Nah sekarang sub langkah apa saja yang akan kamu lakukan?
Mengembangkan sub langkah program
Konseli
Yang menjadi sub langkah saya yaitu pertama saya mempelajari teknik relaksasi dengan baik dan kedua  tidak putus asa dalam berlatih, kemudian saya akan mempraktekkannya sendiri.

Konselor
Baik sekali, sekarang kamu harus menetapkan waktu kapan kamu akan menyeleseikan program tersebut?
Merencanakan jadwal (menetapkan waktu penyeleseian)
Konseli
Insya Allah Minggu depan bu..

Konselor
Baik, kamu bertekad untuk menyeleseikan program tersebut minggu depan. Selanjutnya kapan kamu akan memulai kegiatan tahap awal?
Menetapkan waktu memulai
Konseli
Waktu dekat ini bu dan Saya tidak ingin menunda lagi karena ujian nasional semakin dekat.

Konselor
Bagus sekali, kamu sudah tidak sabar menunggu. Lalu apa yang kamu lakukan pada hari kedua, ketiga dan keempat?
Memonitori rentang waktu
Konseli
Pada hari kedua saya akan mempelajari secara mendalam tentang teknik relaksasi, hari ketiga saya akan belajar untuk berlatih dan hari keempat saya akan mempraktekkannya

Konselor
Baiklah karena kamu sudah tidak sabar untuk melakukan latihan, maka kita akan memulainya sekarang. Pada dasarnya, kita belajar menguasai tegangan badan kita. Beberapa orang dapat menguasainya. Tetapi pada tempat tegangan, biasanya badanmu akan lebih tegang, walaupun mungkin kamu tidak menyadarinya. Jika kamu dapat belajar mengenai tegangan otot dan merilekskan otot mu, maka keadaan rileks ini dapat menolong mengurangi kecemasan dan rasa tegang yang ada pada diri kamu. Apa yang akan kita lakukan adalah membantu kamu mengenali jika badanmu rileks, dan jika badanmu tegang, dengan sengaja menegangkan dan merilekskan kelompok otot yang berbeda dalam badanmu. Kita hendaknya, mencapai pada titik di mana kamu dapat mengenali sensasi-sensasi yang berarti tegangan dan menggunakan ini sebagai tanda pada diri mu sendiri untuk rileks. Apakah kamu sudah mengerti ???
Mendeskripsikan rasional tentang teknik relaksasi
Konseli
Ya, saya mengerti bu.. apakah ibu akan mengatakan pada saya tentang bagaimana melakukannya ??

Konselor
Ya, tentu saja. Pertama-tama saya akan menunjukkan kamu sehingga kamu dapat memahaminya. Satu hal yang perlu kita lakukan sebelum memulai adalah agar kamu sedapat mungkin merasa nyaman. Karena itu kamu jangan sampai terganggu oleh sinar lampu. Saya akan mematikan lampu ini. Jika kamu menggunakan kontak lens,jam tangan,sepatu dan perhiasan lain tolong dilepaskan, karena kontak lens membuatmu merasa tidak nyaman pada saat kamu menutup mata. Juga saya menggunakan kursi khusus ini untuk ini. Kamu akan merasakan kursi yang sandarannya lurus yang kamu duduki lama-lama. Hal ini akan mengganggumu pula, karena itu saya mempunyai kursi yang dilapisi busa yang dapat kamu pakai untuk latihan ini.

Konseli
(duduk di kursi empuk) hmmm,,, memang benar-benar nyaman

Konselor
Baik, kursi itu memang benar-benar membantu. Sekarang saya akan menunjukkan kamu bagaimana kamu dapat tegang dan lalu mereklaskan otot-otot mu. Saya akan mulai dengan tangan kanan saya (mengepalkan tangan kanan, istirahat dan menunjukkan tegangan. Lalu merelakskan kepalan itu. Konselor juga memberi contoh kelompok dan beberapa kelompok lainnya). Apakah contoh ini dapat kamu ikuti ???
Memberi contoh
Konseli
Ya, ibu tidak perlu melakukan semuanya..

Konselor
Ya, kerjakan. Tetapi kita akan mengambil setiap kelompok otot terpisah. Pada saat kamu menegangkan dan merelakskan setiap kelompok otot, seluruh badan mu akan merasakan relaks. Kamu akan merasa seperti dibebaskan, hal ini sangat penting. Karena terbebas dari ketegangan jauh lebih baik dari pada berada terus dalam ketegangan. Sekarang, yang penting kamu berusahalah tetap merasa nyaman sementara ibu akan memberikan instruksi pada mu. Apakah ada pertanyaan sebelum kita mulai ???
Memberikan informasi lebih lanjut tentang relaksasi otot
Konseli
Tidak ada bu,, mungkin relaksasi ini agak mirip dengan yoga?

Konselor
Benar relaksasi didasarkan pada ide yang sama dengan yoga, yaitu belajar meringankan tegangan. Ok, duduklah dalam posisi yang enak. Kita akan segera mulai. (memberi Neny kesempatan untuk duduk dengan enak, lalu memberi instruksi-instruksi. Sebagain besar sesion ini digunakan untuk memberi instruksi pada Neny dalam relaksasi otot).
1.   Pertama tangan kanan mu,luruskan kedepan dan  kepalkan tinju kananmu. Kepalkan dengan kuat.Rasakan ketegangan pada lengan bagian bawah tanganmu   tahan selama 5 detik. Sekarang buka dan kendorkan tanganmu secara perlahan-lahan. Rasakan perbedaan antara tegang tadi dan rileks sekarang. (berhenti 10 detik)
2.   Sekarang kita akan melakukan hal yang sama dengan tangan kiri mu. Luruskan kedepan dan kepalkan tinju kirimu, rasakan tegangannya (tahan selama 5 detik ).Buka dan kendorkan secara perlahan-lahan. Rasakan perbedaan antara tegang tadi dan rileks sekarang (berhenti 10 detik)
3.   Sekarang luruskan kedua tanganmu. Tunjukkan jari-jarimu kearah langit-langit. Rasakan ketegangannya pada pergelangan tanganmu tahan selama 5 detik, Sekarang kendorkan.Rasakan perbedaan antara tegang tadi dan rileks sekarang. (10 detik istirahat)
4.   Sekarang,  luruskan kedua tanganmu dan tengadahkan telapak tanganmu keatas, kepalkan dengan kuat,  bawah kearah bahumu.Rasakan tegangan di otot-otot bisepmu tahan selama 5 detik. Sekarang kendorkan. Rasakan perbedaan antara tegang tadi dan rileks sekarang. (10 detik istirahat)
5.   Sekarang kita akan pindah kearah bahu. Angkat bahumu sampai telinga. Rasakan ketegangan dalam bahumu itu tahan selama 5 detik . Sekarang kendorkan bahumu. Rasakan perbedaan antara tegang tadi dan rileks sekarang. (10 detik istirahat). Apakah bahumu serileks tangan mu ???
Memberikan instruksi-instruksi kepada konseli  untuk melakukan relaksasi otot
Konseli
“(mengangguk)”

Konselor
1.   Sekarang kita akan mengendorkan bagian wajah. Pertama, kerutkan dahi dan alismu. Rasakan ketegangan pada mukamu tahan selama 5 detik. Sekarang kendorkan.Rasakan perbedaan antara tegang tadi dan rileks sekarang  (10 detik istirahat)
2.   Sekarang pejamkan matamu kuat-kuat. Rasakan tegangan di sekeliling matamu tahan selama 5 detik. Sekarang kendorkan otot-otot itu. Rasakan perbedaan antara tegang tadi dan rileks tadi (10 detik istirahat)
3.   Sekarang rapatkan rahang atas dan bawah dengan menggigitkan gigimu sama-sama. Tarik pangkal lidahmu kebelakang hingga menempel kelangit-langit mulutmu.Rasakan tegangan dirahangmu tahan selama 5 detik. Kendorkan rahangmu sekarang. Rasakan perbedaan antara tegang tadi dan rileks sekarang. (10 detik istrahat). Bagaimana Neny?

Konseli
“(mengangguk)”

Konselor
1.   Sekarang rapatkan kedua bibirmu kuat-kuat. Rasakan tegangan otot di sekitar bibirmu tahan selama 5 detik. Sekarang kendorkan otot-otot sekitar mulutmu. Rasakan perbedaan antara tegang tadi dan rileks sekarang. (istirahat 10 detik)
2.   Sekarang kita akan pindah ke otot-otot leher. Jatuhkan kepalamu ke belakang. Rasakan tegangan di belakang lehermu dan punggung atas tahan selama 5 detik.Sekarang lepaskan . Rasakan perbedaan antara tegang tadi dan rileks sekarang. (istrahat 10 detik)
3.   Sekarang teruskan konsentrasi pada daerah leher.  Benamkan bahumu hingga menyentuh dada bagian atas.Rasakan tegangan di leher depanmu tahan selama 5 detik. Sekarang kendorkan.Rasakan perbedaan antara tegang tadi dan rileks sekarang. (10 detik istrahat).
4.   Sekarang bungkukkan punggungmu seperti membusungkan dadamu.Rasakan tegangan pada otot punggung dan bahumu,tahan selama 5 detik. Lepaskan. Rasakan perbedaan antara tegang tadi dan rileks sekarang.( 10 detik istirahat).
5.   Sekarang ambil nafas dalam-dalam, dan tahan nafas mu. Rasakan tegangan di seluruh dadamu dan dalam daerah perutmu tahan selama 5 detik. Sekarang hembuskan secara perlahan-lahan. Rasakan perbedaan antara tegang tadi dan rileks sekarang.
6.   Sekarang tarik perutmu dalam-dalam dan kencangkan otot perutmu.Rasakan tegangan pada otot perutmu tahan selama 5 detik. Sekarang lepaskan.Rasakan perbedaan antara tegang tadi dan rileks sekarang.
7.   Sekarang pusatkan perhatianmu pada bagian kaki, rentangkan kedua kakimu kedepan,rasakan tegangnya pada otot-otot paha dan lututmu,tahan selama 5 detik.Kemudian lepaskan.Rasakan perbedaan antara tegang tadi dan rileks sekarang.
8.   Sekarang luruskan kedua kakimu,tegakkan jari-jarimu ke langit.Rasakan tegangan diotot betis. Tahan selama 10 detik.Kemudian lepaskan. Rasakan perbedaan antara tegang tadi dan rileks sekarang.
Nah..sekarang kita lihat dan rasakan otot-otot mana saja dari tubuh kita yang masih mengalami ketegangan di mulai dari kaki,betis,perut sampai otot tangan.Jika masih merasa tegang,kita bisa mencoba melakukannya kembali. Ibu ingin Neny memikirkantentang skala tegangan antara 0= Rileks dan 5 = belum Rileks. Katakan pada Ibu dimana kamu menempatkan dirimu pada skala ini.

Konseli
Saya berada pada nomor 2 bu, masih ada bagian-bagian yang saya belum sepenuhnya rileks

Konselor
Baguslah, tapi bolehkah ibu tahu bagaimana kesanmu terhadap relaksasi ini?
Melakukan Penilaian setelah latihan
Konseli
Saya benar-benar merasa relaks bu,, tapi kok terkesan bertele-tele, maaf kalau saya salah..

Konselor
Kesanmu itu ada benarnya, karena kamu baru pertama kali melakukannya. Tetapi kalau kamu sudah sering melaksanakan, maka kamu akan merasa terlalu singkat. Nah, apakah kamu mengalami kesulitan pada bagian otot tertentu untuk merilekskannya ??

Konseli
Tidak juga.

Konselor
Apa reaksimu, ketika kamu memusatkan pada tegangan ??bagaiman halnya dengan relaksasi ??

Konseli
Saya betul-betul merasakan tegang dan tidak enak. Sebaliknya, setelah rileks saya benar-benar merasakan kenyamanan

Konselor
Jadi bagaimana perbedaan antara perasaan tegang dan rileks??

Konseli
Bedanya sangat jauh sekali, perasaan tegang membuat saya kacau, lelah dan tidak enak, sedangkan rileks menyebabkan saya merasa enak dan tenang

Konselor
Baik sekali, kamu telah memperoleh banyak kemajuan, tetapi relaksasi, seperti keterampilan lainnya, memerlukan banyak latihan. Jadi kamu harus banyak berlatih..

Konseli
Baik, bu..

TAHAP TERMINASI
Konselor
Rupanya waktu kita sudah hampir habis untuk itu mari kita manfaatkan waktu yang tinggal sedikit ini.
Memberitahu bahwa waktunya sudah hampir habis
Konseli
Iya bu….

Konselor
Sebelumnya Ibu ingin kamu mengungkapkan kembali pokok-pokok hasil pembicaraan kita.
Meminta Merangkum
Konseli
Baiklah bu.. Saya harus melakukan teknik relaksasi untuk menghilangkan kecemasan dan ketegangan yang ada pada diri saya bu sehingga saya dapat merasa rileks,, dan saya juga harus banyak latihan bu..

Konselor
Bagus, rupanya kamu sudah paham, bagaimana perasaan mu sekarang ??
Menanyakan perasaan konseli
Konseli
Sekarang, saya benar-benar merasa rileks bu.. kecemasan dan ketegangan yang ada pada diri saya sudah mulai berkurang bu..

Konselor
Baguslah, sekarang ibu akan meminta kamu untuk melakukan latihan dirumah dua kali sehari sekitar 15 sampai 20 menit setiap latihan. Lakukan latihan di kursi yang ada sandarannya, cobalah melakukan relaksasi sewaktu-waktu terutama jika ada waktu senggang seperti: setelah bangun tidur, setelah sekolah, atau setelah kerja, atau sebelum makan malam. Cobalah untuk menghindari gangguan, seperti bunyi telepon dan orang yang ingin ketemu kamu. Isilah buku catatan ini setiap kamu selesai latihan. Di mana, kapan, berapa lama, kesulitan apa yang kamu dapatkan selama latihan dan keberhasilan-keberhasilan yang kamu capai. Apakah kamu ada pertanyaan ???
Memberikan PR
Konseli
Saya sudah paham bu.. Insya Allah akan saya laksanakan.

Konselor
Agar kamu tidak lupa akan pokok-pokok hasil pembicaraan kita tadi, maka catatan yang ibu buat ini bisa kamu bawa pulang..
Memberikan catatan
Konseli
Terima kasih bu..

Konselor
Baiklah, Kalau kamu tidak keberatan kita akan bertemu lagi disini pada hari dan jam yang sama untuk membicarakan pengalaman kamu selama berlatih di rumah.? 
Mengemukakan rencana pertemuan berikutnya dan tindak lanjut
Konseli
Iya, saya setuju bu.. dengan cara itu saya akan tahu dimana letak kekurangan saya dalam berlatih..

Konselor
Ok, Hari ini cukup sampai di sini dulu, sampai bertemu lagi minggu depan. Selamat sore Neny..
Melakukan perpisahan
Konseli
Selamat sore bu..


 

BK Pribadi sosial (Pengambilan Keputusan secara Objektif dan Konstruktif)


Pengambilan keputusan secara Objektif dan Konstruktif

BAB I
PENDAHULUAN

Kehidupan sehari-hari kita sebenarnya adalah kehidupan yang selalu bergumul dengan keputusan. Keputusan merupakan kesimpulan terbaik yang diperoleh setelah mengevaluasi berbagai alternatif. Di dalam arti tersebut, terkandung unsur situasi dasar, peluang munculnya situasi dasar, dan aktifitas pencapaian keputusan. Lantas pertanyaannya, apakah setelah evaluasi alternatif serta merta begitu saja hadir keputusan? Iya, secara rasional kesimpulan tersirat dalam premis-premis sehingga hanya kepentingan perumusan saja. Walaupun berbagai literatur yang memandang keputusan sebagai proses menampilkan tersurat kata keputusan di dalam modelnya.
Kajian tentang keputusan juga banyak berbasis metode. Basis kajian tersebut, dipandang lebih menarik daripada domain pengambilan keputusan itu sendiri. Berdasarkan kajian metode, keputusan terpecah menjadi empat, yaitu, metode keputusan rasional, metode keputusan tawar menawar, metode keputusan agregatif, dan metode keputusan keranjang sampah. Sehubungan dengan pendekatan metode berbagai aliran pun dapat sesuai untuk mengkaji keputusan. Aliran-aliran yang dimaksudkan adalah birokratik, manajemen saintifik, hubungan kemanusiaan, rasionalitas ekonomi, kepuasan dan analisis sistem.
Dengan demikian pengetahuan alternatif model, metode, aliran digunakan untuk penentuan pegangan sendiri. Seperti berkenaan dengan ini saya sendiri lebih menyukai cukup tiga aktifitas saja untuk sampai pada keputusan,yaitu: kehadiran tujuan, aktifitas pencarian informasi atau alternatif, dan aktifitas evaluasi alternatif. Banyak sedikitnya informasi yang dilakukan mempengaruhi kecepatan dan kerumitan pengambilan keputusan. Untuk membeli sebuah ballpoint tidak sama kecepatan dan kerumitan pengambilan keputusannya dengan membeli pesawat terbang pribadi
Untuk memahami lebih jauh lagi mengenai pengambilan keputusanm itu,bagaiamana model-model pengambilan keputusan,kriteria pengambilan keputusan maka akan dijelaskan lebih jauh dalam makalah ini
BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengambilan Keputusan
Pengambilan keputusan sangat penting dalam manajemen dan merupakan tugas utama dari seorang pemimpin (manajer). Pengambilan keputusan (decision making) diproses oleh pengambilan keputusan (decision maker) yang hasilnya keputusan (decision).
Defenisi-defenisi Pengambilan Keputusan Menurut Beberapa Ahli :
  1. G. R. Terry
Pengambilan keputusan dapat didefenisikan sebagai “pemilihan alternatif kelakuan tertentu dari dua atau lebih alternatif yang ada”.
2.       Harold Koontz dan Cyril O’Donnel
Pengambilan keputusan adalah pemilihan diantara alternatif-alternatif mengenai sesuatu cara bertindak—adalah inti dari perencanaan. Suatu rencana dapat dikatakan tidak ada, jika tidak ada keputusan suatu sumber yang dapat dipercaya, petunjuk atau reputasi yang telah dibuat.
3.      Theo Haiman
Inti dari semua perencanaan adalah pengambilan keputusan, suatu pemilihan cara bertindak. Dalam hubungan ini kita melihat keputusan sebagai suatu cara bertindak yang dipilih oleh manajer sebagai suatu yang paling efektif, berarti penempatan untuk mencapai sasaran dan pemecahan masalah.
4.      Drs. H. Malayu S.P Hasibuan
Pengambilan keputusan adalah suatu proses penentuan keputusan yang terbaik dari sejumlah alternative untuk melakukan aktifitas-aktifitas pada masa yang akan datang.
5.      Chester I. Barnard
Keputusan adalah perilaku organisasi, berintisari perilaku perorangan dan dalam gambaran proses keputusan ini secara relative dan dapat dikatakan bahwa pengertian tingkah laku organisasi lebih penting dari pada kepentingan perorangan.
Berdasarkan penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa pengambilan keputusan adalah proses pemilihan alternatif solusi untuk masalah. Secara umum pengambilan keputusan adalah upaya untuk menyelesaikan masalah dengan memilih alternatif solusi yang ada.
B.     Teori Pengambilan Keputusan
1.      Teori Rasional Komprehensif
Teori pengambilan keputusan yang paling dikenal dan mungkin pula yang banyak diterima oleh kalangan luas ialah teori rasional komprehensif. Unsur-unsur utama dari teori ini dapat dikemukakan sebagai berikut :
  1.  Pembuat keputusan dihadapkan pada suatu masalah tertentu yang dapat dibedakan dari masalah-masalah lain atau setidaknya dinilai sebagai masalah-masalah yang dapat diperbandingkan satu sama lain.
  2. Tujuan-tujuan, nilai-nilai, atau sasaran yang mempedomani pembuat keputusan amat jelas dan dapat ditetapkan rangkingnya sesuai dengan urutan kePentingannya
  3. Berbagai altenatif untuk memecahkan masalah tersebut diteliti secara saksama.
  4. Akibat-akibat (biaya dan manfaat) yang ditmbulkan oleh setiap altenatif Yang diPilih diteliti.
  5. Setiap alternatif dan masing-masing akibat yang menyertainya,
    dapat diperbandingkan dengan alternatif-altenatif lainnya.
  6. Pembuat keputusan akan memilih alternatif’ dan akibat-akibatnya’ yang dapat memaksimasi tercapainya tujuan, nilai atau Sasaran yang telah digariskan.
Teori rasional komprehensif banyak mendapatkan kritik dan kritik yang paling tajam berasal dari seorang ahli Ekonomi dan Matematika Charles Lindblom (1965 , 1964′ 1959)’ Lindblom secara tegas menyatakan bahwa para pembuat keputusan itu sebenarya tidaklah berhadapan dengan masalah-masalah yang konkrit dan terumuskan dengan jelas.
Lebih lanjut, pembuat keputusan kemungkinan juga sulit untuk memilah-milah secara tegas antara nilai-nilainya sendiri dengan nilai-nilai yang diyakini masyarakat. Asumsi penganjur model rasionar bahwa antara fakta-fakta dan nilai-nilai dapat dengan mudah dibedakan, bahkan dipisahkan, tidak pemah terbukti dalam kenyataan sehari-hari. Akhirnya, masih ada masalah’ yang disebut ,,sunk_cost,,. Keputusan_-keputusan, kesepakatan-kesepakatan dan investasi terdahulu dalam kebijaksanaan dan program-program yang ada sekarang kemungkinan akan mencegah pembuat keputusan untuk membuat keputusan yang berbeda sama sekali dari yang sudah ada.
Untuk konteks negara-negara sedang berkembang, menurut R’s. Milne (1972), model irasionar komprehensif ini jelas tidak akan muduh diterapkan. Sebabnya ialah: informasi/data statistik tidak memadai ; tidak memadainya perangkat teori yang siap pakai untuk kondisi- kondisi negara sedang berkembang ; ekologi budaya di mana sistem pembuatan keputusan itu beroperasi juga tidak mendukung birokrasi di negara sedang-berkembang umumnya dikenal amat lemah dan tidak sanggup memasok unsur-unsur rasionar dalam pengambilan keputusan.
2.      Teori Inkremental
Teori inkremental dalam pengambilan keputusan mencerminkan suatu teori pengambilan keputusan yang menghindari banyak masalah yang harus dipertimbangkan (seperti daram teori rasional komprehensif) dan, pada saat yang sama, merupakan teori yang lebih banyak menggambarkan cara yang ditempuh oleh pejabat-pejabat pemerintah dalam mengambil kepurusan sehari-hari.
Pokok-pokok teori inkremental ini dapat diuraikan sebagai berikut:
  1. Pemilihan tujuan atau sasaran dan analisis tindakan empiris yang diperlukan untuk mencapainya dipandang sebagai sesuatu hal yang saling terkait daripada sebagai sesuatu hal yang saling terpisah.
  2.  Pembuat keputusan dianggap hanya mempertimbangkan beberapa altematif yang langsung berhubungan dengan pokok masalah dan altematif-alternatif ini hanya dipandang berbeda secara inkremental atau marginal bila dibandingkan dengan kebijaksanaan yang ada sekarang.
  3. Bagi tiap altematif hanya sejumlah kecil akibat-akibat yang mendasar saja yang akan dievaluasi.
  4. Masalah yang dihadapi oleh pembuat keputusan akan didedifinisikan secara terarur. Pandangan inkrementalisme memberikan kemungkin untuk mempertimbangkan dan menyesuaikan tujuan dan sarana serta sarana dan tujuan sehingga menjadikan dampak dari masalah itu lebih dapat ditanggulangi.
  5.  Bahwa tidak ada keputusan atau cara pemecahan yang tepat bagi tiap masalah. Batu uji bagi keputusan yang baik terletak pada keyakinan bahwa berbagai analisis pada akhirnya akan sepakat pada keputusan tertentu meskipun tanpa menyepakati bahwa keputusan itu adalah yang paling tepat sebagai sarana untuk mencapai tujuan.
  6.  Pembuatan keputusan yang inkremental pada hakikatnya bersifat perbaikan-perbaikan kecil dan hal ini lebih diarahkan untuk memperbaiki ketidaksempunaan dari upaya-upaya konkrit dalam mengatasi masalahsosial yang ada sekarang daripada sebagai upaya untuk menyodorkan tujuan-tujuan sosial yang sama sekali baru di masa yang akan datang.
Keputusan-keputusan dan kebijaksanaan-kebijaksanaan pada hakikatnya merupakan produk dari saling memberi dan menerima dan saling percaya di antara pelbagai pihak yang terlibat dalam proses keputusan tersebut. Dalam masyarakat yang strukturnya majemuk paham lnkremental ini secara politis lebih aman karena akan lebih gampang untuk mencapai kesepakatan apabila masalah-masalah yang diperdebatkan oleh berbagai kelompok yang terlibat hanyalah bersifat upaya untuk memodifikasi terhadap program-program yang sudah ada daripada jika hal tersebut menyangkut isu-isu kebijaksanaan mengenai perubahan-perubahan yang radikal yang memiliki sifat ” ambil semua atau tidak sama sekali.
Karena para pembuat keputusan itu berada dalam keadaan yang serba tidak pasti khususnya yang menyangkut akibat-akibat dari tindakan-tindakan mereka di masa datang, maka keputusan yang bersifat inkremental ini akan dapat mengurangi resiko dan biaya yang ditimbulkan oleh suasana ketidakpastian itu Paham inkremental ini juga cukup rcalistis karena ia menyadari bahwa para pembuat keputusan sebenamya kurang waktu, kurang pengalaman dan kurang sumber-sumber lain yang diperlukan untuk melakukan analisis yang komprehensif terhadap semua altematif untuk memecahkan masalah-masalah yang ada
 3.      Teori Pengamatan Terpadu (Mixed Scanning Theory)
Penganjur teori ini adalah ahli sosiologi organisasi Amitai Etzioni. Etzioni setuju terhadap kritik-kritik para teoritisi inkremental yang diarahkan pada teori rasional komprehensif, akan tetapi ia juga menunjukkan adanya beberapa kelemahan yang terdapat pada teori inkremental. Misalnya, keputusan-keputusan yang dibuat oleh pembuat keputusan penganut model inkremental akan lebih mewakili atau mencerminkan kepentingan-kepentingan dari kelompok-kelompok yang kuat dan mapan serta kelompok-kelompok yang mampu mengorganisasikan kepentingannya dalam masyarakat, sementara itu kepentingan-kepentingan dari kelompok-kelompok yang lemah dan yang secara politis tidak mampu mengorganisasikan kepentingannya praktis akan terabaikan.
Lebih lanjut dengan memusatkan perhatiannya pada kepentingan/tujuan jangka pendek dan hanya berusaha untuk memperhatikan variasi yang terbatas dalam kebijaksanaan-kebijaksanaan yang ada sekarang, maka model inkremental cenderung mengabaikan peluang bagi perlunya pembaruan sosial (social inovation) yang mendasar.
Oleh karena itu, menurut Yehezkel Dror (1968) gaya inkremental dalam pembuatan keputusan cenderung menghasilkan kelambanan dan terpeliharanya status quo, sehingga merintangi upaya menyempurnakan proses pembuatan keputusan itu sendiri. Bagi sarjana seperti Dror– yang pada dasamya merupakan salah seorang penganjur teori rasional yang terkemuka — model inkremental ini justru dianggapnya merupakan strategi yang tidak cocok untuk diterapkan di negara-negara sedang berkembang, sebab di negara-negara ini perubahan yang kecil-kecilan (inkremental) tidaklah memadai guna tercapainya hasil berupa perbaikan-perbaikan besar-besaran.
Model pengamatan terpadu juga memperhitungkan tingkat kemampuan para pembuat keputusan yang berbeda-beda. Secara umum dapat dikatakan, bahwa semakin besar kemampuan para pembuat keputusan untuk memobilisasikan kekuasaannya guna mengimplementasikan keputusan-keputusan mereka, semakin besar keperluannya untuk melakukan scanning dan semakin menyeluruh scanning itu, semakin efektif pengambilan keputusan ‘tersebul Dengan demikian, moder pengamatan terpadu ini pada hakikatnya merupakan pendekatan kompromi yang menggabungkan pemanfaatan model rasional komprehensif dan moder inkremental dalam proses pengambilan keputusan.
C.    Kriteria pengambilan Keputusan
Menurut konsepsi Anderson, nilai-nilai yang kemungkinan menjadi pedoman perilaku para pembuat keputusan itu dapat dikelompokkan menjadi 4 (empat) kategori, yaitu:
1.      Nilai-nilai Politik
Pembuat keputusan mungkin melakukan penilaian atas altematif kebijaksanaan yang dipilihnya dari sudut pentingnya altematif-altematil itu bagi partai politiknya atau bagi kelompok-kelompok klien dari badan atau organisasi yang dipimpinnya. Keputusan-keputusan yang lahir dari tangan para pembuat keputusan seperti ini bukan mustahil dibuat demi keuntungan politik’ dan kebijaksanaan dengan demikian akan dilihat sebagai instrumen untuk memperluas pengaruh-pengaruh politik atau untuk mencapai tujuan dan kepentingan dari partai politik atau tujuan dari kelompok kepentingan yang bersangkutan.
2.      Nilai-nilai organisasi
Para pembuat kepurusan, khususnya birokrat (sipil atau militer), mungkin dalam mengambil keputusan dipengaruhi oleh nilai-nilai organisasi di mana ia terlibat di dalamnya’ Organisasi, semisal badan-badan administrasi, menggunakan berbagai bentuk ganjaran dan sanksi dalam usahanya untuk memaksa para anggotanya menerima, dan bertindak sejalan dengan nilai-nilai yang telah digariskan oleh organisasi. Sepanjang nilai-nilai semacam itu ada, orang-orang yang bertindak selaku pengambil keputusan dalam organisasi itu kemungkinan akan dipedomani oleh pertimbangan-pertimbangan semacam itu sebagai perwujudan dari hasrat untuk melihat organisasinya tetap lestari, unuk tetap maju atau untuk memperlancar program-program dan kegiatan-kegiatannya atau atau untuk mempertahankan kekuasaan dan hak-hak istimewa yang selama ini dinikmati.
3.      Nilai-nitai Pribadi
Hasrat untuk melindungi atau memenuhi kesejateraan atau kebutuhan fisik atau kebutuhan finansial’ reputasi diri, atau posisi historis kemungkinan juga digunakan- oleh para pembuat teputusan sebagai kriteria dalam pengambilan keputusan.
Para politisi yang menerima uang sogok untuk membuat kepurusan tertentu yang menguntungkan si pemberi uang sogok, misalnya sebagai hadiah pemberian perizinan atau penandatanganan kontrak pembangunan proyek tertentu, jelas mempunyai kepentingan pribadi dalam benaknya. Seorang presiden yang mengatakan di depan para wartawan bahwa ia akan menggebut siapa saja yang bertindak inkonstirusional, jelas juga dipengaruhi oleh pertimbangan-pertimbangan pribadinya’misalnya agar ia mendapat tempat terhormat dalam sejarah bangsa sebagai seseorang yang konsisten dan nasionalis.
4.      Nilai-nilai Kebijaksanaan
Dari perbincangan di atas, satu hal hendaklah dicamkan, yakni janganlah kita mempunyai anggapan yang sinis dan kemudian menarik kesimpulan bahwa para pengambil keputusan politik inr semata-mata hanyalah dipengaruhi oleh pertimbangan-penimbangan demi keuntungan politik, organisasi atau pribadi. Sebab, para pembuat keputusan mungkin pula bertindak berdasarkan atas penepsi mereka terhadap kepentingan umum atau keyakinan tertentu mengenai kebijaksanaan negara apa yang sekiranya secara moral tepat dan benar. Seorang wakil rakyat yang mempejuangkan undang-undang hak kebebasan sipil mungkin akan bertindak sejalan dengan itu karena ia yakin bahwa tindakan itulah yang secara moral benar, dan bahwa persamaan hak-hak sipil itu memang merupakan tujuan kebijaksanaan negara yang diinginkan, tanpa mempedulikan bahwa perjuangan itu mungkin akan menyebabkannya mengalami resiko-resiko politik yang fatal.
5.      Nilai-nilai Ideologis
Ideologi pada hakikatnya merupakan serangkaian nilai-nilai dan keyakinan yang secara logis saling berkaitan yang mencerminkan gambaran sederhana mengenai dunia serta berfungsi sebagai pedoman benindak bagi masyarakat yang meyakininya. Di berbagai negara sedang berkembang di kawasan Asia, Afrika dan Timur Tengah nasionalisme yang mencerminkan hasrat dari orang-orang atau bangsa yang bersangkutan untuk merdeka dan menentukan nasibnya sendiri — telah memberikan peran penting dalam mewamai kebijaksanaan luar negeri maupun dalam negeri mereka. Pada masa gerakan nasional menuju kemerdekaan, nasionalisme telah berfungsi sebagai minyak bakar yang mengobarkan semangat perjuangan bangsa-bangsa di negara-negara sedang berkembang melawan kekuatan kolonial.
Di Indonesia, ideologi Pancasila setidaknya bila dilihat dari sudut perilaku politik regim, telah berfungsi sebagai resep untuk melaksanakan perubahan sosial dan ekonomi. Bahkan ideologi ini kerapkali juga dipergunakan sebagai instrumen pengukur legitimasi bagi partisipasi politik atau partisipasi dalam kegiatan pembangunan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok dalam masyarakat (Abdul Wahab, Solichin, 1987).


D.    Fungsi Dan Tujuan Pengambilan Keputusan
1.      Fungsi Pengambilan Keputusan
Individual atau kelompok baik secara institusional ataupun organisasional, sifatnya futuristik.
2.      Tujuan Pengambilan Keputusan
  • Tujuan yang bersifat tunggal (hanya satu masalah dan tidak berkaitan dengan masalah lain)
  • Tujuan yang bersifat ganda (masalah saling berkaitan, dapat bersifat kontradiktif ataupun tidak kontradiktif)
E.     Faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan
Komposisi kelompok. Ada 4 hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun komposisi kelompok.
1.      penerimaan tujuan umum; mempengaruhi kerjasama dan tukar informasi
2.      pembagian (divisibilitas) tugas kelompok; tidak semua tugas dapat dibagi
3.      komunikasi dan status struktur; biasanya yang osisinya tertinggi paling mendominasi dalam kelompok.
4.      ukuran kelompok; semakin besar kelompok semakin menyebar opini, konsekuensinya adalah semakin lemah partisipasi individu dalam kelompok tersebut.
5.      Kesamaan anggota kelompok Keputusan kelompok akan cepat dan mudah dibuat bila anggota kelompok sama satu dengan yang lain.
6.      Pengaruh (pengkutuban) polarisasi kelompok. Seringkali keputusan yang dibuat kelompok lebih ekstrim dibandingkan keputusan individu. Hal itu disebabkan karena adanya perbadingan sosial. Tidak semua orang berada di atas rata-rata. Oleh karena itu untuk mengimbanginya perlu dibuat keputusan yang jauh dari pendapat orang tersebut.



F.     Model Pengambilan Keputusan
a.       Model Pengambilan Keputusan dalam Keadaan Kepastian (Certainty). Menggambarkan bahwa setiap rangkaian keputusan (kegiatan) hanya mempunyai satu hasil (pay off tunggal). Model ini disebut juga Model Kepastian/ Deterministik.

b.      Model Pengambilan Keputusan dalam kondisi Berisiko (Risk). Menggambarkan bahwa setiap rangkaian keputusan (kegiatan) mempunyai sejumlah kemungkinan hasil dan masing-masing kemungkinan hasil probabilitasnya dapat diperhitungakan atau dapat diketahui. Model Keputusan dengan Risiko ini disebut juga Model Stokastik.

c.       Model Pengambilan Keputusan dengan Ketidakpastian (Uncertainty). Menggambarkan bahwa setiap rangkaian keputusan (kegiatan) mempunyai sejumlah kemungkinan hasil dan masing-masing kemungkinan hasil probabilitasnya tidak dapat diketahui/ditentukan. Model Keputusan dengan kondisi seperti ini adalah situasi yang paling sulit untuk pengambilan keputusan. (Kondisi yang penuh ketidakpastian ini relevan dengan apa yang dipelajari dalam Game Theory)
G.    Langkah-langkah/Proses Pengambilan Keputusan
Secara umum, langkah-langkah dalam proses pengambilan keputusan adalah sebagai berikut:
  1. Proses identifikasi atau perumusan persoalan keputusan. Identifikasi masalah dapat dilakukan dengan berbagai cara. Penggunaan seven tools dalam manajemen biasanya dapat membantu proses identifikasi ini.
  2. Penetapan parameter dan variabel yang merupakan bagian dari sebuah persoalan keputusan. Biasanya pemecahan masalah yang menggunakan model matematika sangat memerlukan adanya variabel yang terukur.
  3. Penetapan alternatif-alternatif pemecahan persoalan. Alternatif pemecahan masalah didapatkan dari analisis pemecahaan masalah.
  4. Penetapan kriteria pemilihan alternatif untuk mendapatkan alternatif yang terbaik. Biasanya kriteria pemilihan ini didasarkan pada pay off atau hasil dari keputusan.
  5. Pelaksanaan keputusan dan evaluasi hasilnya. Tahap ini disebut tahap implementasi, dimana alternatif solusi yang terpilih akan diterapkan dalam jangka waktu tertentu dan setelah itu akan dievaluasi hasilnya berdasarkan peningkatan atau penurunan pay off atau hasil.
Kesimpulan : Dari poin-poin diatas dapat kita ketahui bahwa dalam proses pengambilan keputusan hendaknya di awali dengan jenis keputusan yang akan diambil, setelah kita mengetahui jenisnya barulah kita tentukan langkah pengambilan keputusan yang meliputi proses identifikasi, penetapan parameter, alternatif, kriteria serta mengevaluasi hasilnya atau disebut tahap implementasi. Sehingga pada akhirnya terciptalah sebuah keputusan yang adil dan menguntungkan kedua belah pihak. Jika manajemen organisasi seperti itu seharusnya tidak ada lagi penyelewengan kekuasaan dalam pengambilan keputusan seperti kasus Gayus tersebut. Semoga pemegang kekuasaan pengambilan keputusan seperti Pengadilan atau Mahkamah Agung hendaknya perlu membangun sistem pengambilan yang terbaik demi terciptanya rasa keadilan bagi seluruh warga negara.
BAB III
PENUTUP

  1. A.    Kesimpulan
    1. Definisi Pembuatan Kebijaksanaan Negara sebagai keseluruhan proses yang menyangkut pengartikulasian dan pendefinisiaan masalah, perumusan kemungkinan-kemungkinan pemecahan masalah dalam bentuk tuntutan-tuntutan politik, penyaluran tuntutan-tuntutan tersebut ke dalam sistem politik, pengupayaan pemberian sanksi-sanksi atau legitimasi dari arah tindakan yang dipilih, pengesahan dan pelaksanaan /implementasi, monitoring dan peninjauan kembali (umpan balik).
    2. Terdapadat beberapa teori pengambilan keputusan yang dianggap paling sering dibicarakan dalam pelbagai kepustakaan kebijakan negara diantaranya ; Teori Rasional Komprehensif, Teori Inkremental, Teori Pengamatan Terpadu (Mixed Scanning Theory).
    3. Menurut konsepsi Anderson, nilai-nilai yang kemungkinan menjadi pedoman perilaku para pembuat keputusan itu dapat dikelompokkan menjadi 4 (empat) kategori, yaitu : Nilai-nilai

  1. B.     Saran
Gunakanlah makalah ini dengan sebaik-baiknya dan jadikanlah makalah ini sebagai bahan referensi untuk makalah yang sejenis.

DAFTAR PUSTAKA

Mulyono.2011.  Teori Pengambilan Keputusan, http:// Mulyono.Blogspot.com,diaksek 30 April 2011
Anneahira.2011.Pengambilan Keputusan. Hhtp://Anneahira.Blogspot.com,diakses 30 April 2011

 

Iklan

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Bimbingan & Konseling - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger